Tampilkan postingan dengan label DAKWAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAKWAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2014

Ilmu Bumi dalam Kehidupan: Olivine vs Intan



Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com - Banyak pelajaran-pelajaran sains yang mampu kita kaitkan dengan kehidupan kita sebagai manusia manusia. Salah satunya adalah pelajaran ilmu bumi atau geologi. Dalam geologi, dikenal istilah mineral. Mineral adalah salah satu unsur penyusun dari batuan yang menjadi pokok pelajaran seorang ahli geologi. Sekilas, mungkin tidak ada hubungannya antara mineral dengan karakter manusia. Tapi jika ditelisik lebih lanjut, fenomena-fenomena sains, termasuk mineral ini, dapat dianalogikan dengan fenomena kita yang seorang makhluk hidup.
Mineral adalah benda padat homogen yang terbentuk di alam, bukan dari zat organik (makhluk hidup), dan memiliki kandungan kimia tertentu. Pengertian tersebut adalah pengertian yang berasal dari ilmu geologi. Mineral terbentuk dari pembekuan magma. Yaitu cairan yang sangat panas dan berpijar yang terkandung dalam bumi kita dan keluar dari gunung api yang meletus.
Contoh mineral yang umum adalah diamond atau biasa kita kenal dengan sebutan intan. Intan merupakan salah satu mineral berharga dan sering dijadikan perhiasan. Saing berharganya, intan ini sering menjadi ukuran tingkat sosial di masyarakat. Mungkin itu yang menjadi inspirasi seorang novelis terkenal, Ian Fleming, yang menulis novel berjudul Diamonds are Forever. Novel itu adalah salah satu serial dari James Bond dan telah dibuat versi layar lebarnya.
Contoh lain dari mineral adalah olivine. Olivine umumnya berwarna hijau dan jika dilihat tembus pandang atau transparan. Cahaya yang mengenai olivine akan dipantulkan menyerupai pantulan kaca. Olivine terbentuk saat temperatur magma sekitar 1500 derajat Celsius dan terbentuk jauh di bawah permukaan bumi. Sangat jauh hingga olivine sangat asing dengan lingkungan permukaan bumi. Apa maksudnya? Ternyata persebaran mineral olivine di permukaan bumi sangatlah sedikit. Hal ini karena olivine tidak mampu bertahan ketika muncul di permukaan. Mineral olivine menjadi mineral yang sangat lapuk dan tidak tahan terhadap kondisi di permukaan bumi.
Lalu, apa hubungan antara mineral olivine dan karakter kita sebagai manusia?
Mineral olivine terbentuk di lingkungan yang sangat panas dan ekstrim. Sehingga mineral olivine terbentuk dengan karakter mampu tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi. Tetapi, ketika olivine muncul di permukaan, mineral tersebut tidak mampu bertahan lama. Temperatur dan tekanan di permukaan bumi sangat berbeda jauh dengan temperatur saat mineral olivine terbentuk. Sehingga, olivine tidak mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi di lingkungan permukaan bumi.
Begitu pula dengan kita.
Karakter seorang manusia sebagian besar terbentuk karena faktor lingkungan. Ketika lingkungan baik maka karakter manusia di lingkungan tersebut cenderung baik dan demikian sebaliknya. Sebagai Muslim kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda. Pengertian adaptasi di sini adalah mampu menjadi orang yang baik di lingkungan baik dan tetap mampu menjadi baik di lingkungan yang buruk.
Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan tidak terlalu lama menjadi bagian suatu lingkungan atau kelompok. Dikhawatirkan, wawasan pengetahuan kita menjadi terbatas dan pikiran kita menjadi tidak open mind. Sehingga karakter yang membentuk kita bersifat steril. Yaitu hanya menjadi baik ketika di lingkungan asal, tetapi ketika lingkungan berubah, kita pun ikut berubah. Kita menjadi seorang yang terwarnai bukannya yang mewarnai. Hal tersebut wajar, karena sebelumnya kita tidak pernah mengenal orang yang berbeda pendapat dengan kita. Sebelumnya kita tidak tahu banyak orang yang melakukan perbuatan berbeda 180 derajat dengan kita. Dan sebelumnya kita tidak pernah dicibir, dihina, dan ditertawakan ketika beribadah dan melakukan amalan-amalan shalih.
Kita perlu bersentuhan dengan lingkungan berbeda yang isinya juga orang-orang berbeda. Kita perlu melancong ke negeri seberang untuk membandingkan dengan negeri yang menjadi tempat tinggal kita. Dan kita perlu membuka cakrawala berpikir kita dengan melihat dunia luar. Dengan begitu diharapkan wawasan, pengalaman, dan tingkat pemahaman kita akan bertambah sehingga membentuk karakter yang imun atau kebal. Berbagai ‘virus jahat’ yang menyerang mampu kita lawan dan kalahkan. Imunitas ini menjadi modal kita ketika bergaul di lingkungan yang berbeda.
Sebelum bepergian dan bergaul dengan lingkungan lain, tentunya kita harus selalu meluruskan niat kita. Niatkan untuk mencari ilmu karena Allah Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)
Jadi, tidak mau kan menjadi olivine?  Mineral yang terbentuk di lingkungan asing dan ketika muncul menjadi butiran debu karena tidak mampu bertahan di lingkungan baru. Karakter seperti olivine ini bisa kita analogikan seperti karakter manusia yang steril. Berbeda ketika kita menjadi karakter yang memiliki imunitas atau kekebalan. Karakter ini terbentuk karena banyaknya pengalaman hidup dan kepahaman kita akan nilai-nilai Islam. Karakter yang mampu berbaur tapi tidak melebur di lingkungan yang baru. Karakter yang seperti intan, tetap menjadi perhiasan meskipun di lingkungan yang gersang.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/05/01/32424/ilmu-bumi-dalam-kehidupan-olivine-vs-intan/#ixzz39LZxkiTO 

Senin, 28 Juli 2014

Mukjizat Alquran: Jenis Kelamin Bayi

–  Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan.
Namun, kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Alquran, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.
“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. An-Najm: 45-46).
Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Alquran ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.
Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita.
Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.
Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X.
Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.
Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita. Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.
Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Alquran telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.
Sumber: Harun Yahya, Kejaiban Alquran

Kontroversi Agama Baha'i di Indonesia

Kata Baha'i di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia terdengar masih asing. Baha'i mencuat setelah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara gamblang menegaskan tengah mengkaji Baha'i apakah bisa diterima sebagai agama baru di Indonesia atau tidak.


Tapak Balai Keadilan Sedunia di Haifa, Israel yang merupakan badan pentadbir bagi penganut Bahá'í

Quote:
"1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha'i memang benar merupakan salah saru agama yg dipeluk penduduk Indonesia? #Baha'i."

"2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri memiliki dasar dlm memberi pelayanan administrasi kependudukan. #Baha'i". Selengkapnya lihat di sini.

Sekadar mengingatkan, pemerintah hingga kini hanya mengakui enam agama dalam konstitusi: Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

"3. Selaku Menag saya menjawab, Baha'i merupakan agama dari sekian banyak agama yg berkembang di lebih dari 20 negara. #Baha'i"

"4. Baha'i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama. Pemeluknya tersebar di Banyuwangi (220 org), Jakarta (100 org), #Baha'i"

"5. Medan (100 org), Surabaya (98 org), Palopo (80 org), Bandung (50 org), Malang (30 org), dll. #Baha'i"

"6. Saya menyatakan bahwa Baha'i adalah termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. #Baha'i"

"7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha'i merupakan agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.. #Baha'i"

"8. ... yg mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. #Baha'i"

"9. Saya berpendapat umat Baha'i sebagai warganegara Indonesia berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah. #Baha'i"

"10. Demikian temans, semoga maklum. Selamat bersiap berbuka bagi yg puasa, meski masih lama.. ;) #Baha'i"

Sedangkan Baha'i sampai saat ini belum termasuk yang diakui sebagai agama. Agama Baha'i seperti dirangkum dari berbagai sumber, muncul di Iran pada abad 19, tepatnya tahun 1863. (sumber vivanews.)

Agama Baha’i Dilarang Tapi Diusung Orang di Indonesia


(Aliran-aliran Sesat Dipiara untuk Dimunculkan Saat-saat Diperlukan?)

Keberadaan (agama) Baha’i di Indonesia bukanlah hal baru. Setidaknya, jauh sebelum kemerdekaan, (agama) Baha’i ini sudah dibawa masuk ke kawasan Nusantara, yaitu sejak sekitar tahun 1878, dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi.

Quote:
Pendiri aliran Baha’i ini adalah Mirza Ali Muhammad al-Syairazi lahir di Iran 1252H/ 1820M. Ia mengumumkan, tidak percaya pada hari qiyamat, surga dan neraka setelah hisab/ perhitungan. Dia menyerukan bahwa dirinya adalah potret dari nabi-nabi terdahulu. Tuhan pun menyatu dalam dirinya (hulul). Risalah Muhammad bukan risalah terakhir. Huruf-huruf dan angka-angka mempunyai tuah terutama angka 19. Perempuan mendapat hak yang sama dalam menerima harta waris. Ini berarti dia mengingkari hukum Al-Quran, padahal mengingkari Al-Quran berarti kufur, tandas Abu Zahrah ulama Mesir dalam bukunya Tarikh Al-Madzaahibil Islamiyyah fis Siyaasah wal ‘Aqoid .
Mirza Ali dibunuh pemerintah Iran tahun 1850, umur 30 tahun. Sebelum mati, Mirza memilih dua muridnya, Subuh Azal dan Baha’ullah. Keduanya diusir dari Iran. Subuh Azal ke Cyprus, sedang Baha’ullah ke Turki. Pengikut Baha’ullah lebih banyak, hingga disebut Baha’iyah atau Baha’isme, dan kadang masih disebut aliran Babiyah, nama yang dipilih pendirinya, Mirza Ali.

Kemudian kedua tokoh itu bertikai, maka diusir dari Turki. Baha’ullah diusir ke Akka Palestina. Di sana ia memasukkan unsur syirik dan menentang Al-Quran dengan mengarang Al-Kitab Al-Aqdas diakui sebagai dari wahyu, mengajak ke agama baru, bukan Islam. Baha’ullah menganggap agamanya universal, semua agama dan ras bersatu di dalamnya.

Baha’iyah berkembang di Eropa dan Amerika berpusat di Chicago. Aliran ini dinilai Abu Zahrah sebagi ajaran yang diada-adakan belaka. Mereka menggunakan topeng Taqiyah, yaitu cara mengelabui manusia dengan menyembunyikan alirannya, padahal yang terselubung di dalam hatinya adalah usaha untuk mendangkalkan aqidah Islam dan menghancurkan ajaran-ajarannya dan menjauhkan dari pemeluknya.

Yang pasti, lanjut Abu Zahrah, aliran Baha’iyah mempunyai kegiatan pesat di wilayah kaum muslimin di kala mereka diberi kebebasan oleh musuh-musuh Islam, yaitu penjajah. Maka Baha’iyah semakin kuat setelah terjadi perang Dunia I dan Perang Dunia II. (Lihat buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia oleh Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta).

Pada tanggal 15 Agustus 1962, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No. 264/ Tahun 1962 tentang pelarangan terhadap tujuh organisasi, termasuk Baha’i, Liga Demokrasi dan Rotary Club. Di masa kepemimpinan Presiden Soeharto, Baha’i juga dilarang.(sumber)

Quote:
Bahai[1] ialah sebuah agama monoteisme (iaitu percaya bahawa Tuhan itu tunggal) yang mengikuti ajaran pengasas mereka Bahá'u'lláh (1817 - 1892). Agama ini diasaskan pada abad ke-19 di Persia (Iran) oleh Mírzá Ḥusayn-`Alí Núrí (Bahá'u'lláh). Bahai merupakan salah satu dari beberapa agama yang cuba menggabungkan beberapa agama yang berlainan menjadi satu agama. Contohnya Din-i-Ilahi yang diasaskan oleh Akbar Agung.

Agama Bahai ialah agama dunia termuda. Pengasasnya, Bahá'u'lláh menganggap bahawa setiap agama agung disampaikan oleh Pesuruh Allah—seperti Musa, Krishna, Buddha, Zarathustra, Jesus, Muhammad, dan terkini sekali adalah Báb — mewakili bahagian-bahagian dalam perkembangan kerohanian ketamadunan. Mereka percaya bahawa Bahá'u'lláh adalah Pesuruh terkini dalam turutan dan membawa ajaran yang menangani cabaran moral dan kerohanian dunia moden. Oleh sebab itu (?), walaupun Ajaran Bahá'í tidak digolongkan kedalam agama Ibrahim, ia mengakui kebanyakan tokoh agung yang sama. Sumber wikipedia
Menag Akui Baha'i Sebagai Agama Baru di Indonesia

Quote:
Pemerintah Indonesia sekarang menambah daftar agama baru yang secara resmi diakui. Setelah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu, pemerintah menyatakan bahwa Baha'i merupakan agama yang keberadaannya diakui konstitusi. (sumber)
Sebagaimana dilaporkan media ternama Indonesia edisi 26 Oktober 2009, agama Baha’i ternyata berkembang di Desa Ringinpitu, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur. Bahkan, memiliki kantor pusat di Jakarta, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Seksi Intel Kejari Blitar Slamet SH. 

Menurut laporan Liputan6 SCTV edisi 26 Oktober 2009[/url], pengikut Baha’i menjadikan Gunung Caramel di Israel sebagai kiblat dalam shalat, dan hanya mewajibkan pengikutnya shalat sekali dalam sehari. Dalam hal perkawinan, pengikut Baha’i selain tak melibatkan KUA (Kantor Urusan Agama) juga menerbitkan surat nikah sendiri. Selain itu, mereka hanya menikahkan anak-anak mereka dengan sesama pengikut Baha’i saja. Padahal, dalam salah satu ajarannya, pengikut Baha’i mengakui adanya perkawinan dengan masyarakat non Baha’i. Mereka juga meminta pada kolom agama di KTP dicantumkan nama agama Baha’i. Kini pengikut aliran ini sudah ratusan jamaah.

Rabu, 26 September 2012

wow, sajadah yang bisa menyala dlm kegelapan



Sajadah yang Menyala dalam Gelap

Ada dua persoalan ketika muslim hendak melaksanakan shalat saat berpergian jarak jauh, yakni arah kiblat dan penerangan. Muslim Turki punya solusi mengatasi kedua masalah itu.

Adalah desainer Soner Oznec, yang sukses menyulap sajadah biasa menjadi tampak istimewa. Sajadah hasil inovasinya itu disebut  'El Sajjadah'. "EL adalah singkatan dari electro luminescent. Sementara sajadah adalah karpet berukuran kecil yang biasa dig

Minggu, 16 September 2012

5 hal penyesalan saat menghadapi maut

Kematian adalah akhir dari fase kehidupan yang akan dialami setiap manusia. Namun bagaimana cara manusia menghadapi kematian adalah pilihan setiap individu. Lalu apakah hal yang paling disesali manusia sebelum menghadapi kematiannya?

Minggu, 19 September 2010

".. Ciri-ciri DAJJAL..."

Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia,maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits.

Hadits-Hadits tentang Dajjal sangat banyak dan shahih,bahkan para Ulama menganggapnya mutawatir. Tidak ada seorangpun dari kalangan ahlussunnah yang menentang berita munculnya Dajjal tersebut, kecuali –seperti biasanya kelompok yang lebih menuhankan akalnya—Mu’tazilah dan Rasionalis. Mereka menganggap bahwa Dajjal hanyalah ungkapan tentang sifat, Bukan satu sosok makhluk yang disebut dengan Dajjal. Maka –menurut mereka—setiap orang yang memandang segala masalah hanya dengan sebelah mata yaitu hanya dengan barometer dunia, maka dia adalah Dajjal.

Tentunya anggapan mereka ini adalah anggapan batil yang terbantah dengan hadits-hadits yang shahih. Kami kira cukup kami nukilkan hadits-hadits tersebut yang menjelaskan sifat-sifat Dajjal. Niscaya akan menjadi jelas apakah Dajjal itu sebuah ungkapan,sifat atau memang sesosok makhluk dari jenis manusia yang akan muncul di akhir Zaman.

Jumat, 25 September 2009

Cara mandi besar


Pada waktu saya mendengarkan guru saya berceramah, dia memberitahukan cara mandi besar yang benar yaitu

  1. pada waktu anda mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi dan membuka baju anda, itu katanya sudah niat atau jika anda ragu bacalah niatnya sebelum mandi.
  2. pertama membasuh kedua belah tangan, tangan langsung dicelupkan ke dalam air dan di gosok.
  3. lalu membasuh onderdil/kemaluan 3X
  4. lalu berwudhu.
  5. dan setelah itu membasuh kepala dengan cara tangan dicelupkan kedalam air dan diusapkan ke kepala, diusahakan kulit kepala harus basah, terserah berapa kali.
  6. dan setelah itu membasuh kepala dengan menyiram kepala sampai 3 kali.
  7. lalu membasuh badan sebelah kanan dahulu lalu yang kiri , masing -masing 3 kali.
  8. lalu membasuh kaki bagian kanan dahulu lalu yang kiri.
Selesai sampai di situ , mandi besar sudah dianggap selesai, dan terserah anda akan melanjutkan mandi atau selesai sampai disitu.
dan dalam membasuh tubuh atau kaki pada waktu mandi besar, tidak usah pakai sabun.

by my teacher: Muh. Ansori

Kamis, 11 Juni 2009

penjelasan tentang shalawat TAFRIJIYAH / NARIAH

Shalawat ini disebut shalawat TAFJRIYAH tapi menurut Ulama Magribi disebut shalawat NARIAH.

Syekh (guru besar) Muhammad At-Tunisi menerangkan khasiat-khasiat shalawat TAFRIJIYAH di antaranya .

Dibaca 11 kali setiap hari mohon dimurahkan rezeki dan diberi nama baik dalam pergaulan sesama manusia.

Dibaca 41 kali etiap hari sesudah selesai tiap-tiap kali selesai sembahyang shubuh, mohon dimudahkan tercapainya hasil yang baik dalam setiap usaha.

Imam Qurthobi menerangkan:
Dibaca 100 kali setiap hari, mohon dilepaskan dari kedukaan, di luaskan rezeki, dibukakan pintu kebajikan, dihindarkan dari bahaya kelaparan dan kemiskinan, ditimbulkan rasa kasih sayang pada hati setiap orang.

Dibaca 4444 kali pada suatu majlis , mohon ditunaiikan hajad yang besar dan dilepaskan dari bala musibah yang sangat membahayakan.

Imam Qurthobi menambahkan, bahwa diantara syarat-syarat terkabulnya hajat adalah dawam
( terus menerus dengan tidak henti-hentinya ) pada suatu amalan.

Syekh Mustafa Al-Hindi menerangkan:
Dawam mengamalkan shalawat Nariah memudahkan faham membuka tabir ilmu pengetahuan dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Keterangan-keterangan ini dipetik dan diterjemahkan dari kitab KHAZANATUL ASRAR (perbendaharaan yang tersimpan ) karangan Syekh Muhammad Haqqi An-Nazilli.

Minggu, 24 Mei 2009

SEBAB-SEBAB TURUNNYA SURAH AL-IKHLAS

Sebagian riwayat menerangkan: Sebab turunnya surah al-ikhlas yaitu : Ketika Rasulullah s.a.w sedang dalam perjalanan pindah dari mekah ke madinah, Rasulullah melihat jauh dibelakangnya seseorang yang sedang mengejar beliau dengan berkendarea kuda. Disaat itu datang Jibril kepada Rasulullah lau berkata: hai Muhammad ! Suragah mengejarmu dari belakang dan hendak membunuh engkau, tetapi telah memerintahkan kepada bumi agar ta'at kepadamu".Tidak lama kemudian sampailah Suragah kepada Rasulullah. Dia segera menerjang Rasulullah dengan pedang terhunus. Tetapi dengan takdir Tuhan , Suragah beserta kudanya terperosok ke dalm bumi, hingga tak berdaya apa-apa lagi.Rasulullah menoleh kebelakang dan Suragah berkata :
"Tolonglah aku hai Muhammad ! aku tidak akan berbuat sesuatu kepada engkau ! " Kemudian RAsulullah menarik Suragah dan kudanya dari dlam bumi. Suragahpun selamat, dan ia berkata: " terangkanlah kepadaku hai Muhammad , tentang Tuhanmu yang mempunyai kekuatan yang besar ini. Adakah ia terdiri dari emad atau perak ? Rasulullah menundukkan kepalanya , terhening sebntar . Kemudian turunkah jibril dan berkata : "hai Muhammad ! Qul hu Allahu ahad dan smpai pada akhir ayat.

KHASIAT SURAT AL- IKHLAS
1. abu sa'id al-khanafi menerangkan: Surah ini dinamakan surah al-ikhlas, artinya bersih atau lepas, maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkan dengan hati yang ikhlas maka ia akan dilepaskan dilepaskan kesusahan-kesusahan duniawi, dimudahkan didalam gelombang sakaratulmaut, dihindarkan dari keglapan kubur dan kengerian hari kiamat.

2. Ibnu Syihab Al -zukhri menerangkan : Rasulullah s.a.w bersabda : " siapa membaca surah al-ikhlas seolah-olah ia membaca sepertiga al-quran.

3. Riwayat dari Sayyidina Ali r.a. : Siapa yang membaca suratul ikhlas sebanyak sebelas kali sesudah sembahyang shubuh, maka syitan tidak akan dapt menggodanya untuk berbuat dosa, meskipun syaitan itu dengan sungguh-sungguh hendak menggodanya pada hari itu.

4. Bayyidah "Aisyah menerangkan: "dari Nabi Muhammad s.a.w ' Siapa membaca sesudah selesai sembahyang jumat surat al-fatihah 7 kali, surah al-ikhlas 7 kali, surah al-falaq 7 kali, dan surah an-nas 7 kali, maka tuhan akan melindunginya dari kejahatan sampai kehari jumat yang akan datang.

5. Dari Sayyidina Ali r.a. dari Rasulullah " Siapa hendak pergi musafir, kemudian ketika ia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surat ikhlas 11 kali, maka tuhan akan memelihara rumahnya sampai ia kembali.

6. Sayyidina anas menerangkan dari Rasulullah s.a.w.: "Siapa membaca suratul ikhlas sebanyak 30 kali, maka tuhan akan menulis barakah , selamat dari api neraka dan aman dari azab pada hari kiamat."

7. Imam sayuthi menerangkan dalam kitabnya"Addurul mantsur".riwayat dari Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah s.a.w.telah mengatakan 'siapa ada hajad henfaklah berwudhu dan sembahyang empat rakaat dengan sekali salam. Rakaat pertama membaca fatihah sekali dan surah ikhlas 11kali, rakaat kedua membaca fatihah 1 kali dan surah ikhlas 21 kali, rakaat ketiga membaca fatihah sekali dan membaca surah ikhlas 30 kali, rakaat ke empat membaca surah fatuhah sekali dan membaca surah ikhlas 41 kali. Apabila sudah salam, sebelum berkata apa-apa membaca urah ikhlas 50 kali, shalawat ata Nabi 50 kali, Isrighfar 50 kali, La khaula walaa quwwata illaa billahill aliyyil adhiim 50 kali kemudian ia meminta hajadnya kepada Tuhan , insya Allah tuhan akan menunaikan hajadnya.